Sedikit Tips Kedekatan Menantu Dengan Keluarga Suami (1)

6 Februari 2009 misslingkh

Sedikit Tips Kedekatan Menantu Dengan Keluarga Suami (1) Suatu pagi tanggal 31 Januari 2009 sesudah subuh sekitar pukul 5.15, seperti biasa sambil lari-lari menyiapkan sarapan dan persiapan menyongsong hari, saya menyetel TV, Indosiar sambil mendengarkan (ya iyalah mendengarkan, lha wong tidak duduk manis menonton) Mamah & Aa . Kali ini topiknya menarik : Kedekatan Menantu Dengan Keluarga Suami. Menurut Mamah keluarga suami adalah pengganti keluarga sendiri, oleh karena itu Istri sebagai pendatang harus bisa mengadaptasikan diri kepada keluarga suami. Sebagai kaca refleksi aja deh, saya dulu pada awalnya berusaha mencari tahu, apa sih yang disukai calon mertua, calon adik ipar, calon kakak ipar bahkan kalo perlu pembantu mereka. Kan mereka juga terkadang ada yang seperti anggota keluarga dan… bisa buat jadi sumber informasi kita, lho.;-) Salah satu penyebab perselingkuhan, bisa saja ketidak cocokan antara sang istri/suami dengan pihak keluarga pasangannya. Nah ini sebabnya saya ingin berbagi pengalaman. Pada awalnya, bagi saya memang tidak mudah untuk menjadi menantu yang baik, walau saya sudah punya banyak modal : ramah, baik hati, cantik (dilihat dari Monas!), punya penghasilan sendiri yang notabene, kalo ngasih oleh-oleh ke mertua nggak usah minta dulu ke hubby, bisa berbahasa Jawa yang halus (insyaAllah bisa diartikan nJawani karena keluarga suami dari Jawa),bobot bibit bebet boleh diuji, dan lebih lagi saya sangat sayang pada anak mereka alias suami saya. Tapi memang benar, bahwa sebagai istri kita adalah pendatang baru yang harus kulonuwun dulu. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengambil ’hati’ mertua. Suatu malam, saya naik taxi (lupa apa merknya).  Si pengemudi membuka forum dengan bincang-bincang dari anak, suami hingga keluarga. Awalnya saya hanya sopan santun saja menjawab semua pertanyaannya. Namun ketika sampai pada hubungan menantu dan mertua, dimana saya membanggakan mertua saya yang baiik, sang pengemudi yang kelihatan sudah memutih rambutnya itu memberikan cerita yang amat menarik buatku. ” ” “mBak, coba deh kalau memberi itu dikasih lebih ( artinya? Tanyaku dalam hati) Misal begini, kalo ngasih mangga, jangan cuma dikasih seplastiknya lalu taruh di meja aja sambil bilang,” Bu,Pak, nih ada mangga”. Coba deh mBak kupas mangganya, potong-potong, taruh di piring, kasih garpu, terus dihidangkan ke bapak atau ibu mertua, pasti insyaAllah dimakan! Kalo Cuma di dalam plastik aja, belum tentu mereka makan secepatnya.” Kalau beli martabak juga gitu, hidangkan yang manis. Kan udah jadi mantu.  Kalo ibu bapak mertua sakit, kalo bisa dianter tanpa diminta, kan mereka juga ingin diajeni (dihormati) ” Aku manthuk-manthuk mendengarnya. Nice tips! Kenapa sih banyak joke tentang hubungan mantu dan mertua, terutama mantu perempuan dan mertua perempuan? Dr. Peter A. Wish, mantan kolumnis The Family Experience, mengatakan tentang ibu-ibu mertua bahwa “terkadang persoalannya para ibu-ibu ini nggak pengen melepaskan “my baby boy”. Mereka tahu bahwa anaknya sudah dewasa, sudah gede tuwo, sudah berkeluarga, bahkan mungkin mau punya cucu, tapi teteep aja mereka menganggap bahwa “ini anakku yang kecil dulu” jadi si anak tidak diperlakukan sebagai orang dewasa. Jadi, mungkin sebagai menantu perempuan, kita juga berusaha memahami kenapa seorang mertua perempuan bisa berlaku posesif akan anak lakinya. Kita pahami saja, kan kita bisa saja jadi mertua dan punya menantu perempuan, kan? So? Kenapa kita nggak coba menyelami suatu persoalan dari pihak lainnya? Ini satu tips dulu, next time, kalau ada tips and cerita lainnya yang mirip dengan ini, insyaAllah saya postingin lagi, deh..

Iklan

Entry Filed under: Uncategorized

3 Comments Add your own

  • 1. Ecko Manalu  |  8 Februari 2009 pukul 14:20

    haha…
    ingat film jadul dulu…
    apa tuh ya judulnya

    Suami anak mama, atau apalah gitu… parah banget filmnya, terkesan lebai sih..

    tapi, meski sy cowo n belum nikah, ini keknya bisa jadi bekal buat ‘bakal’ istri di masa depan nanti 😀 tapi ga harus mangga kan mbak ? klu durian bisa juga kan ?
    (hahaha.. belah durian itu kan repot ya.. 😀 hahaha)

  • 2. vitri  |  8 Februari 2010 pukul 04:31

    ok ..makasih ..baguss ..

  • 3. Heryan Tony  |  15 Februari 2010 pukul 03:21

    Nice bgt crt ny, bs jd inspirasi tuk jd mantu yg baik. . .


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Februari 2009
S S R K J S M
« Jan    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: